Selasa, 07 Februari 2017

awal kisah gadis kecil

Kisah hidup seorang anak dari penjual minyak
Kisah ini berawal dari tanggal 14 oktober 1997 ,seorang perempuan yang sudah cukup umurnya melahirkan seorang anak perempuan dengan keadaan kepala yang agak panjang,sebelumnya anak ini sangat susah untuk dilahirkan. Karena kondisi kepalanya dan anak ini adalah anak pertama dari anak ibu itu ,ibu itu terus mempertahankan anaknya agar tetap bisa lahir normal tanpa di cecar. Tepat jam 01.45 dini hari anak tersebut pun lahir dengan keadaan normal ,ibunya yang berupaya keras akhirnya terharu karena ia sekarang mempunyai seorang anak perempuan yang begitu cantik,imut dan insyaallah akan menjadi anak soleha. Tapi disisi lain bayi kecil mungil ini akan menghadapi begitu banyak rintangan untuk mengejar mimpi-mimpinya. Ia lahir disambut dengan kebahagiaan ibu ,nenek dan orang sekitarnya begitupun bapaknya,namun bapaknya ini adalah seorang yang sering mabuk mabukan,pernah sekali dimasa pertumbuhannya bayi mungil ini hampir dilempar oleh bapak nya ,tapi alhamdulillah ia masih diselamatkan oleh allah SWT. Seiring umurnya terus bertambah ia dirawat oleh umi yaitu adik angkat ibunya,karena ibunya yang terlalu sibuk mencari nafkah lebih dengan berjualan minyak didepan rumah dan ibu ini juga bekerja di PT antam sebagai pegawai harian dan diselingi pegawai harian itu ia mengkreditkan barang ke teman2 kerjanya untuk membiayai sekolah adik2 nya waktu itu ,yaa ada sekitar 7 orang anak gadis dan 1 orang anak bujang yang disekolahkan oleh ibu dari anak mungil tersebut . 
Setelah setahun lebih mendekati 2 tahun ibu pencari nafkah itu pun melahirkan anaknya yang kedua tepat di tanggal 29 april 1999 seorang bayi laki2 lahir dari rahim ibu itu,gadis perempuan dan adik laki2nya terus tumbuh. Seiring berjalannya waktu kedua pasangan ibu dan bapak yang memiliki 2 anak itu bertengkar karena suami yang terus tidak henti hentinya meminum alkohol dan tidak pernah memberi nafkah dan sering mencuri uang jualan istrinya dan ada niat untuk menceraikan suamunya,namun ia masih mengingat kedua buah hatinya yang masih kecil dan membutuhkan sosok seorang ayah. Ibu itu tidak makan enak seperti keluarga lainnya setiap harinya ia memakan makanan seadanya yang terdapat disekitar rumah ,dan rumahnya dulu itu pun hanya sewaan rumah dinas.
kadang mereka makan bersama hanya makan nasi dengan lauk apa kadarnya seperti gulai daun ubi dengan sambal belacan buatan wanita itu, ia memasak dibantu oleh adik-adiknya yang masih sekolah. Dengan makanan yang seadanya gadis kecil ini terus tumbuh dan akhirnya masuk ke salah satu TK ,,bernama Tk antam yang ada di daerah tersebut.bersambung

Terima kasih sudah mau membaca blog dari "kisah diriku"
insyaallah penulis akan mengupdate terus ceritanya hingga tamat